hillbuzz.

Pasar Saham Yang Diuntungkan Tahun Ini Sudah Terprediksi – Pekan lalu, indeks harga saham gabungan turun tipis 0,03% dari 6,358 menjadi 6,356. Sementara itu, rekor pembelian bersih pelaku asing mencapai Rp930,15 miliar. Alfred Nainggolan, kepala departemen riset Prouss Capital, mengatakan pekan ini sepertinya tidak ada sentimen baru yang mewarnai pasar modal.

Pasar Saham Yang Diuntungkan Tahun Ini Sudah Terprediksi

hillbuzz – Di China, pasar hanya akan diwarnai oleh data kinerja emiten dan pembagian dividen tahun lalu. Minimnya rilis data makro dan dukungan sentimen “personal” membuat investor lebih cenderung mengandalkan sentimen global. Salah satunya adalah imbal hasil obligasi olahraga AS dan tren harga komoditas.

Pekan lalu, imbal hasil obligasi 10 tahun ditutup pada 1,7%, tertinggi dalam 14 bulan. Hal tersebut membuat dolar AS semakin menarik sehingga menekan mata uang kawasan termasuk rupiah. Tren yield minggu ini masih sangat tidak stabil, sehingga tren dolar AS akan mempengaruhi volatilitas mata uang regional termasuk rupiah.

Untuk pekan ini, industri yang diuntungkan atau dikenal dengan penguatan adalah industri konsumen yang belum cukup mendapat apresiasi dari pasar. Sejak awal tahun ini, industri yang mendapat perhatian luas adalah perbankan, infrastruktur, dan komoditas. Konsumen akan mendapatkan giliran yang cerah minggu ini. Karena itu, dia merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Baca Juga : Politik di Indonesia Tak Perhatikan Toleransi

Pasalnya, valuasi saham masih tergolong murah, dengan rasio price-to-earning (PER) 11 kali lipat. Biasanya level tiap perusahaan 13-15 kali lipat. Harga dapat dihitung berdasarkan harga saat ini.Dari perspektif jangka menengah hingga panjang, berada di antara 6.300-6.500 Namun, sejak penutupan pekan lalu, emiten tersebut telah naik tajam menjadi 3,17%, dan Alfred yakin koreksi mungkin terjadi karena penyelesaian laba awal pekan ini.

Secara keseluruhan, dari analisisnya, ia melihat tren positif bagi emiten adalah emiten dengan level resistance terdekat di 7.000. Perusahaan mematok target harga untuk kuartal kedua tahun ini di kisaran 7.400-7.500. Soal konsumsi, menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang peternakan unggas harus diawasi.

Ia mengatakan selain mendapat dukungan penjualan saat puasa dan hari raya, ia juga mengatakan keseriusan pemerintah menjaga kestabilan harga ayam dengan cara memusnahkan telur unggas membuat stok unggas menarik. Di industri terkait, Alfred merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). Karena dia mengharapkan emiten bisa meningkatkan kinerja dan mencapai tujuannya tahun ini.

Ia mengatakan, untuk JPFA bisa memasuki level 1860-1900, dengan target 2150. Namun dia menyarankan agar pasar mewaspadai kemungkinan koreksi akibat penyelesaian laba. Kemudian dia menyebutkan WMUU, dia menyebutkan investor bisa mengakumulasi beli pada posisi 200-208, dengan target 226, atau investasi jangka menengah 250.

Karena faktor teknis rebound, industri lain yang berpotensi bangkit adalah rokok atau rokok. Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan pajak konsumsi rokok pada tahun 2021, perusahaan rokok menjadi mengantuk.

Setelah berhasil menembus level resistance tersebut, Alfred mengatakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berpeluang naik dengan target harga 39.000 dan harga beli sekitar 37.000.

Chris Apriliony, chief service analyst Capital Securities, mengatakan akan fokus di sektor konsumer. Saat imbal hasil obligasi naik, investor akan cenderung beralih ke industri defensif, seperti konsumen. Saham preferennya adalah INDF, ICBP, HMSP dan GGRM. Secara keseluruhan, dia memperkirakan indeks akan turun menjadi 6.200 menjadi 6.380 karena banyak sentimen negatif.

Karena imbal hasil obligasi terus meningkat, sentimen pendukung IHSG seringkali negatif. Rupiah Indonesia telah melemah sepanjang minggu dan berlanjut minggu ini.

Apa itu saham?

Saham merupakan bukti kepemilikan atas nilai perusahaan. Kata stock sendiri diambil dari bahasa Arab. Dalam banyak dokumen, saham diambil dari istilah “musahama” yang berasal dari kata jamak sahm ashum atau suhmah yang artinya kepemilikan sebagian, kepemilikan sebagian. Artinya pemegang saham adalah pemilik perusahaan. Semakin besar sahamnya, semakin besar kekuatan perusahaan. Dengan menerbitkan saham, hal ini memungkinkan perusahaan yang membutuhkan dana jangka panjang untuk “menjual” ekuitas dalam saham bisnis mereka (sekuritas ekuitas) -dengan ditukar dengan uang tunai. Selain menerbitkan obligasi, ini merupakan cara utama untuk menambah modal perusahaan. Saham dijual melalui pasar primer atau sekunder. Saham adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Saat memutuskan untuk menyuntikkan modal ke perusahaan, menerbitkan saham menjadi salah satu pilihan perseroan. Di sudut pandang lain, saham adalah suatu alat investasi yang dilakukan oleh mayoritas pemegang saham karena bisa memberikan dari tingkat keuntungan yang besar.

Saham dapat diartikan sebagai tanda bahwa modal perorangan atau pihak (badan usaha) dalam suatu perseroan atau perseroan terbatas dimasukkan. Dengan memasukkan modal, pihak tersebut dapat mengklaim pendapatan perusahaan, mengklaim aset perusahaan, dan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Saham memiliki 2 jenis berdasarkan kemampuan kita dalam bermain saham

1. Saham biasa

Yang dimaksud dengan saham biasa adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan laba rugi yang ada di perusahaan. Jika prosedur likuidasi dilaksanakan, pemegang saham biasa akan mendapat prioritas utama dari dividen yang dihasilkan dari penjualan aset perusahaan.

Dalam saham biasa, kewajiban terbatas diberikan kepada pemilik saham. Hal itu bisa dibilang, pada saat perusahaan yang didanainya menyatakan pailit, nilai kerugian yang ditanggung pemegang saham adalah jumlah modal yang telah disetorkan.

Berikut adalah karakteristik saham biasa:

-Setiap pemegang saham memiliki hak suara yang sama dalam pemilihan anggota dewan.
-Saat perusahaan menerbitkan saham baru, prioritas akan diberikan kepada hak masing-masing pemegang saham.
-Setiap pemegang saham memiliki kewajiban yang terbatas, tentunya nilai saham yang telah disetorkan.

2. Saham preferen

Memahami saham preferen yang memiliki keuntungan relatif tetap, dan ketika perusahaan mengalami kerugian, saham preferen akan mendapat prioritas tertinggi dalam pembagian hasil penjualan aset perusahaan.

Saham preferen ini mungkin terlihat sama dengan obligasi, pada obligasi, klaim atas pendapatan dan aset sebelumnya, dividen yang dapat ditahan selama sahamnya masih berlaku, hak yang dapat ditebus, dan juga dapat ditukar dengan saham biasa.

Baca Juga : Tanggapan dan Apresiasi Untuk Jokowi Usai Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

Berikut adalah karakteristik saham preferen:

  • Ini memiliki beberapa level dan dapat dirilis dalam berbagai bentuk karakteristik.
  • Ada tagihan pendapatan dan aset, dan memiliki prioritas lebih tinggi dalam distribusi dividen.
  • Biasanya, setelah tercapai kesepakatan antara perseroan dan pemegang saham, saham preferen juga bisa ditukar dengan saham.

Saham juga memiliki manfaat untuk para pemain saham

Salah satu keunggulan utama saham adalah saham dapat digunakan sebagai salah satu alat investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Bagi investor yang menggunakan sahamnya sebagai investasi jangka pendek biasanya mengharapkan capital gain dari selisih harga jual dan harga beli. Hal ini tentunya berbeda dengan mereka yang menggunakan saham sebagai alat investasi jangka panjang karena mereka akan lebih rutin membeli saham atau menghemat uang.

Berdasarkan hal tersebut, investor yang menanamkan modalnya di saham dapat memperoleh dua keuntungan, yaitu:

  • Capital gain merupakan keuntungan yang bisa didapatkan dari selisih harga jual saham dengan harga beli. Setiap investor saham akan mendapatkan keuntungan di kemudian hari berdasarkan jumlah saham yang disimpan.
  • Dividen adalah nilai keuntungan yang diperoleh dari pembagian oleh dividen tunai dari penerbit. Dividen adalah pendapatan tambahan yang didapat investor setelah membeli saham dari emiten yang berkinerja baik.